Islamabad, List Berita | Pemerintah Iran menyatakan, bahwa pembicaraan penting antara Amerika Serikat dan Iran untuk sementara belum ada kesepakatan titik temu.
Setelah berlangsung selama beberapa jam di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (waktu setempat).
Media Iran seperti Fars dan Tasnim melaporkan adanya, “ketidaksepakatan serius” dalam perundingan tersebut.
Namun, atas saran pihak Pakistan, kedua delegasi sepakat untuk melanjutkan pembicaraan pada Minggu pagi.
Hingga dini hari Minggu sekitar pukul 03.00 waktu Islamabad, negosiasi dilaporkan masih berlangsung.
Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dan delegasi Iran, yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.
Sebelumnya sempat bertemu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelum memulai pembicaraan langsung.
Kesepakatan Perdamaian Iran-AS Belum Membuahkan Hasil
Pertemuan ini menjadi salah satu kontak tingkat tinggi paling signifikan, antara Washington dan Teheran dalam beberapa dekade terakhir.
Agenda utama perundingan adalah mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik, yang telah berlangsung selama berminggu-minggu dan menimbulkan ribuan korban jiwa, serta mengguncang perekonomian global.
Ketegangan meningkat terutama akibat penutupan jalur strategis oleh Iran, yang berdampak pada distribusi energi dan perdagangan internasional.
Di tengah proses negosiasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan yang cenderung meremehkan hasil pembicaraan tersebut.
“Apapun hasilnya, kita menang,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Ia menambahkan bahwa tercapai atau tidaknya kesepakatan tidak akan memengaruhi, posisi Amerika Serikat.
Trump juga mengklaim keunggulan militer AS dalam konflik tersebut, termasuk keberhasilan melumpuhkan kekuatan laut Iran.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pemerintahannya saat ini tengah menjalani proses negosiasi yang intensif dengan Iran.
Sebelumnya, dalam perundingan nuklir di Jenewa pada akhir Februari, kedua pihak belum berhasil mencapai kesepakatan.
Ketegangan bahkan meningkat setelah serangan militer yang menewaskan, pemimpin tertinggi Iran saat itu.
Sementara itu, konflik di kawasan juga meluas. Militer Israel dilaporkan terus menggempur target Hizbullah di Lebanon selatan.
Dengan ratusan titik serangan dalam 24 jam terakhir. Serangan tersebut menewaskan sejumlah warga sipil, dan memicu balasan roket ke wilayah utara Israel.
Bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah juga terjadi, di beberapa wilayah perbatasan, menandakan situasi kawasan yang masih sangat tidak stabil.
Perkembangan pembicaraan AS-Iran di Pakistan kini menjadi sorotan dunia, dengan harapan adanya terobosan untuk meredakan konflik yang semakin meluas.
(Sumber: The Guardian, Editor M Fazar Sutiono).


